Entries from November 2005 ↓
November 23rd, 2005 — Uncategorized
rindu*rindu*rindu
Ketika menulis tulisan ini saya baru saja melihat langit malam yang teduh. Langit malam yang gelap dan kosong. Tak ada bintang, tak ada bulan, hanya gelap tanpa batas.
*~*
Malam ini begitu hening. Nampak semua orang di rumah sudah tidur terlelap, kecuali saya yang terbangun oleh suara radio yang belum di matikan. Sebuah jendela yang terbuka mempersilakan udara malam memenuhi isi kamar, uhh… dingin! Saya berdiri menghampiri jendela yang belum tertutup itu, kemudian tertegun cukup lama disana.
Di luar sana terlihat langit tanpa bintang, tak ada bulan, juga tak ada awan. Hanya gelap, hitam! seperti sebuah samudera yang tak berujung dan kosong. Dan saya berdiri cukup lama menyaksikan pemandangan itu sambil berbicara dengan angin yang lewat menyapa.
“Bumi sungguh hebat” bisik saya pada angin. “Ia mampu memegangi bulan tanpa tangan, mampu berjalan tanpa tersasar di rimba raya ini, bersahabat dengan baik dan tanpa cela dengan seluruh isi langit, dan yang terhebat adalah mau dengan ikhlasnya menerima kehadiran kehidupan di atas dirinya”.
Angin berdesis di hadapan muka saya sambil lalu. Menyampaikan sedikit rahasia kehidupan yang tak jarang menjemukan para mahluk yang terbuai di dalamnya. Entah kenapa saat itu ingin sekali melihat wajah seisi rumah ini saat mereka tertidur, melihat keaslian pribadi-pribadi yang tegar dengan rahasia-rahasia mereka.
Saya jadi teringat seorang sahabat dan sebuah pesan darinya:
“Seluruh manusia pada dasarnya adalah baik, maka jadilah pemaaf. Sayangilah segala sesuatu dengan hati tulus dan jagalah perasaan orang lain. Dan jika kamu ingin mengetahui sebaik-baik wajah seseorang, perhatikanlah mereka, orang-orang yang kamu sayangi saat mereka tertidur. Setiap keaslian akan tercermin disana”.
Kini, tiba-tiba saja saya rindu sahabat saya yang satu itu.
~*>*
Seandainya saja malam ini ada bintang-bintang tempat kami saling bertitip salam… saya ingin bertanya, apa kabar dirinya.
Comment allez vous ma belle?
November 20th, 2005 — Uncategorized
Setiap kali usai membaca sebuah buku terutama mengenai perenungan hidup dan motivasi saya selalu bertanya-tanya, bagaimanakah seseorang dapat menuangkan ide-ide sehebat itu, yang membuat setiap bagian diri ini merasa begitu kecil dan tak ada apa-apanya.
Ketika setiap kalmat di buku-buku itu masuk perlahan ke dalam pikiran melalui mata, kesegaran baru terasa didalam diri ini. Seperti melampaui garis finish dalam perjalanan yang begitu panjangnya, menemukan tempat untuk melepas lelah dan berteduh disana. Segalanya dimulai perlahan namun pasti. Hingga tanpa sadar ketika menamatkan membaca buku-buku itu saya merasa bungkuk dan terus membungkuk, menyadari diri ini begitu kecil dan tidak ada apa-apanya.
Seandainya saya bisa menjadi seperti mereka, menjadi bijaksana tanpa usaha… Tapi ah! Lagi-lagi saya bermimpi.
November 15th, 2005 — Uncategorized
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
*
Sajak: Sapardi Djoko Damono
November 14th, 2005 — Uncategorized
A dialogue of “CINTA SEJATI”
.
Seorang teman yang baru saja kehilangan kekasih bertanya pada saya, “Apakah cinta sejati itu ada?”.
“Ada!”, jawab saya.
.
Dengan keraguan ia menatap wajah saya, “Benar ada?”
“Ya!”, ucap saya dengan mantap.
.“Beri saya contoh!”, ujarnya. Nampak di raut wajahnya penuh kekesalan karena merasa ia tidak lebih tahu dari saya.
.
“Sejarah mengukir banyak nama manusia-manusia hebat yang membuktikan cintanya terhadap segala sesuatu yang diyakini, dan benar ada!
Para ilmuwan besar semisal Wright bersaudara, Thomas A. Edison, Albert Einstein, Marie Curie, hingga Bill Gates telah membuktikan cintanya”
“Selain ilmuwan?”.
“Para tokoh dunia yang lain misalnya Mahatma Gandhi, Bunda Teresia, Nelson Mandela, Martin Luther King, hingga Cindy Sheehan aktivis perdamaian di Amerika yang menentang pengiriman pasukan militer ke Irak adalah di lakukan karena cinta”.
.
“Bagaimana dengan cinta seorang manusia kepada pasangannya”, ia bertanya kembali namun kali ini dengan suara sedikit merendah.
“Sejarah juga telah memperlihatkan bangunan Taj Mahal dan berbagai macam bentuk stupa di pulau Jawa. Bertebarannya rangakaian kata puitis nan romantis hingga ritual bunuh diri yang makin marak oleh para penikmat cinta”.
.
Teman saya diam dalam keraguannya. Ia menunduk cukup lama dan menjatuhkan sebuah pin bergambar hati dengan foto seorang gadis cantik di dalamnya. Saya ambil pin yang jatuh di dekat kaki saya itu dan menatap senyum manis perempuan yang terpampang di sana. Kami terdiam bersama, cukup lama. Menatap rangkaian angin dan menari-narikan nafas kami dalam untaiannya.
.
Kami terdiam cukup lama. Duduk dan bertanya kenapa bulan tertutup awan sementara bintang-bintang memilih mengumpat dari kerlip putihnya.
Teman yang nampak tenang itu memilih awal dan akhir perjalanannya. Perjalanan mencari yang entah dimana akan ia temukan perhentiannya. Sebentar ia membalut kalut dalam dirinya lalu terbang bersama asap obat nyamuk bakar yang berada di hadapan kami, meninggalkan jejak-jejak bau yang khas namun rapuh.
.
Dalam buku harian saya nampak sebuah tulisan darinya, tulisan yang ia torehkan dulu ketika pertama kali bertemu kekasihnya yang kini tiada kabar entah kemana.
.
* * * * *
“Kesejatian cinta adalah ketika engkau menjaganya, percaya akan kemurniannya dan rela berkorban untuknya. Cinta sejati tak larut dalam waktu, melainkan ia semakin terasa pada setiap detik yang berjalan. Seperti sebuah anggur tua yang berkualitas, semakin lama di simpan semakin nikmat rasanya.
Cinta sejati tak mengenal batas waktu, karena ia sebenarnya tak pernah berakhir melainkan selalu memulai hal baru. Ketika engkau merasakannya, maka seolah seluruh dunia ada bersamamu”
* * * * *
.
Saya tersenyum membaca tulisan itu, lalu menulis sedikit catatan dibawahnya.
~Cinta memang indah dan menawarkan banyak rasa. Namun seperti juga dunia, segala sesuatu selalu berubah dan akan terus berubah. Tak pernah ada yang abadi apalagi pasti di dunia ini kecuali Yang Maha Pencipta yang tahu segalanya.
Cinta sejati adalah pilihan! Sesuatu yang terasa panas bagi orang-orang tidak mengenal dirinya dan tak mengerti apa tujuan hidupnya, yang membiarkan dirinya tenggelam dan berlarut-larut tanpa tahu harus bagaimana mereka memaknainya.
Seandainya cinta itu menyapamu, hendaklah sebelum menuliskan “CINTA” apalagi mengungkapkannya kenalilah maknanya dengan akrab, karena sebuah nafsu yang menggebu tak ubahnya api kecil yang bertamu ke rumah kardus.
Biarkanlah cinta itu telanjang memandang gelap, namun jangan ijinkan ia masuk sebelum cahaya bersinar di dalamnya.
.
(^-_-^) Hary Lasmana
- # 6 Syawal 1426H # -