Keajaiban Sakura

Katsumi, seorang sahabat pena dari Negeri Sakura suatu kali dalam surat yang dikirimnya bercerita pada saya mengenai kebiasaan orang Jepang di musim semi yaitu ber-hanami diantara pepohonan sakura yang sedang mekar. Budaya merayakan mekarnya bunga sakura ini –seperti yang diceritakan Katsumi pada saya, secara antusias digelar setiap tahunnya secara kecil-kecilan oleh masyarakat Jepang di beberapa tempat khususnya di taman-taman umum. Dan meskipun hanami yang dalam sejarah berarti melihat-lihat mekarnya bunga sakura, dalam perkembangannya perayaan ini kini menjadi lebih bersifat sebagai sebuah ajang rekreasi masyarakat dan ritual salah satu agama di sana. Saat ini –sama seperti masyarakat Jepang lainnya, Katsumi bersama keluarga turut melestarikan budaya ini secara turun temurun.

Shinjiku Gyoen, sebuah taman yang memiliki begitu banyak pepohonan sakura yang terletak tak jauh dari tempat tinggal Katsumi selalu menjadi pilihan hanami keluarganya setiap tahun. Taman yang memiliki ribuan pohon sakura dengan beragam variasinya ini memang telah menjadi salah satu tempat tujuan masyarakat Jepang untuk berhanami. Dan pada tahun ini, secara khusus Katsumi mengabadikan perayaan hanami bersama keluarga dalam foto untuk diberikan pada saya sebagai kenang-kenangan dalam surat yang dikirimkannya.

"Cindera mata ini saya kirimkan agar kamu bisa melihat seperti apa hiruk pikuk masyarakat Jepang saat ber- hanami ria di taman", tulisnya dalam surat itu.

Saya hanya mampu tersenyum melihat foto-foto itu. Hati ini seolah turut merasakan kebahagiaan mereka, kehangatan keluarga diantara rimbun putih pepohonan sakura yang sedang mekar. "Ah Katsumi… sungguh indah dan menyenangkan pasti menikmati semua itu. Rekreasi keluarga dalam kehangatan budaya tradisional yang tak goyah oleh hadirnya gaya hidup modern", ucap saya dalam hati. Dan mungkin itulah sebabnya kemudian timbul rasa tertarik saya untuk mengetahui lebih banyak mengenai bunga kecil yang memiliki arti besar di hati masyarakat Jepang ini.

Mengandalkan googling di internet, satu persatu halaman web kemudian saya susuri untuk memenuhi keingintahuan tentang segala hal yang menyangkut sakura. Dan diluar dugaan, hasilnya sungguh mengagumkan. Begitu banyak cerita yang menyertai perjalanan sejarah bunga yang hanya mekar satu minggu saja dalam setahun ini. Sakura yang meskipun tidak disebut sebagai bunga resmi negara, ternyata keberadaannya telah menjadi bagian budaya dan tradisi masyarakat Jepang yang selalu dinantikan setiap musim semi. Bahkan sebagian orang sengaja membuat rencana khusus untuk menikmati mekarnya bunga sakura dalam agenda tahunannya. Sungguh suatu hal yang tidak bisa dianggap sepele.

Dan diantara cerita-cerita menarik yang mengiringi keberadaan sakura itu, ada satu cerita menakjubkan yang menarik perhatian saya; yaitu ketika timbulnya bencana banjir yang mengakibatkan kerusakan pada pepohonan sakura yang ada di beberapa taman di Jepang. Para botanis Jepang yang peduli kemudian segera mencari solusi untuk melestarikan pepohonan yang rusak itu dengan mencangkok pohon sakura yang ada di Amerika sebagai penggantinya. Sungguh sebuah wujud sebuah rasa bangga dan percaya diri tinggi warga negara terhadap identitas bangsanya.

Dan juga pada bagian lain, sebuah hikmah besar mengenai kehidupan ini tersimpan pada keberadaan sakura. Dibalik ukurannya yang mungil, bunga yang memiliki berbagai macam variasi warna, yang pada setiap tangkainya berkembang lima hingga ratusan bunga ini telah memberi contoh pada kita bahwa hal-hal kecil jika dirangkai dalam sebuah untaian besar dapat memberi keindahan sejatinya.

Sakura… diluar keindahanmu ternyata terdapat filosofi besar yang bisa digali dari dalamnya.

Dan kini -dalam waktu luang menunggu surat balasan kiriman pos sebelumnya, sesekali dalam benak muncul keingintahuan mengenai keadaan sahabat saya di negeri sakura itu; "Bagaimana ya kira-kira reaksi Katsumi saat mengetahui apa yang tengah saya rasakan, terutama padangan diri yang begitu tinggi terhadap bunga sakura. Mungkinkah ia akan tersenyum simpul atau justru akan bergelak tawa saat mengetahuinya?". Entahlah.

Sakura, mengenal dirimu membuat saya belajar banyak tentang kehidupan. Tentang hal-hal kecil yang bisa berarti besar bila dipadukan. Semoga saja kelak suatu saat dalam perjalanan hidup ini, sayapun bisa turut menjadi kuncup kecil yang bersatu bersama dengan yang lainnya untuk menciptakan indahnya kebersamaan. Menjadi seorang baik, seseorang yang hidupnya bermanfaat bagi yang lain.

Semoga saya bisa menjadi seperti itu.

Salam,

Hary Lasmana



1 comment so far ↓

#1   rizki destrilia roes on 06.27.09 at 4:53 am

salam kenal….
saya rizki….
saya juga merupaka penggemar sakura yang baru…
karena baru sekitar setengah tahun ini saya mulai menyukai bunga yang elok ini….
sebagai penggemar baru saya berharap anda mau berbagi pengetahuan kepada saya mengenai sakura…
terima kasih sebelumnya….

Leave a Comment