Entries from June 2007 ↓

dont wasting life

Dalam hidup seringkali tanpa sadar kita melakukan banyak hal yang seharusnya tidak perlu. Terbawa emosi, meninggikan ego, berlaku semaunya, sakit hati, marah tidak pada tempatnya, dan masih banyak lain hal negatif yang sering tanpa kita sadari muncul dan kita abaikan hingga menjadi kebiasaan. Di jalan raya saat mengendarai kendaraan, secara tiba – tiba sebuah kendaraan lain menyalip di depan, bagaimana reaksi yang muncul? Kesal itu pasti, namun sayangnya kemudian kita menyimpan kemarahan itu di sepanjang jalan hingga tiba di tempat tujuan. Lain lagi pada area layanan masyarakat, saat dilayani oleh seorang pegawai yang berlaku kasar, kita menjadi kesal dan marah hingga berhari – hari. Di kantor, bertemu atasan kerja yang marah tanpa alasan yang jelas, rekan kerja yang tertutup, di kelas, dosen dan guru yang mengajar tak jelas, hingga di rumah, baik itu orang tua, maupun saudara yang seolah tak mau mengerti dan menerima keadaan diri kita… kita kesal, dan terus menerus menyimpan marah. Bahkan hingga menyimpan dendam untuk hal yang tidak perlu.

Sadarkah kita, bahwa dalam hidup ini ada satu hal yang penting diketahui yaitu tidak semua yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan. Saya sendiri lebih suka mengatakan bahwa setiap yang kita butuhkan dalam hidup ini maka akan diberikan Tuhan. Dan itu pasti akan kita terima. Tuhan tahu yang terbaik, maka pasti Ia akan memberi kita sesuai kebutuhan kita adn tidak sekedar yang kita inginkan saja. Dan begitupun dengan setiap kejadian yang kita alami hidup ini. Jika kita mau berpikir pofitif dan menerima dengan lapang setiap keadaan, maka pasti akan kita dapati nilai – nilai yang jauh lebih tinggi dari yang kita bayangkan sebelumnya.

Saat kesal dengan pengendara yang ugal – ugalan, sesungguhnya peristiwa itu tengah mengajarkan agar kita tidak melakukan hal semacam itu di jalan raya. Menemui atasan, rekan kerja, maupun pelanggan yang nampak tidak bersahabat, sadarkah kita, bahwa sebenarnya merekapun tengah mengajari kita untuk bersikap tidak seperti itu? Orang tua, saudara, dan kerabat yang seolah tidak mau mengerti, tentunya kita tidak ingin mereka berlaku seperti itu, tetapi sadarkah kalau ternyata kitapun terkadang melakukan hal yang sama pada mereka? Semua orang menyukai kebaikan dan sikap terbuka, maka jadilah seperti itu dan bukan contoh negatif yang kita temui.

Begitu banyak guru dan pelajaran bila kita membuka hati kita belajar dalam kehidupan ini, namun tentu saja semua itu tak berarti apa – apa karena segala sesuatu yang ditemui dalam kehidupan berpulang pada setiap diri masing – masing. Jadi, saat menemui apapun situasi dan kondisi dalam kehidupan ini, semua kembali pada diri kita, mau menerimanya sebagai pelajaran atau hanya melepasnya sebagai sekedar siklus perjalanan kehidupan. Terserah.

Eh iya omong – omong sudah tahu belum tujuan hidupnya ke mana?

Salam,

Hary Lasmana

dont let any judge you by title

Belum lama ini satu ikatan marga persaudaraan yang berasal dari Sumatera menggugat salah satu rumah produksi yang menggarap film komedi berjudul "Maaf, Saya Menghamili Istri Anda" (MSMIA). Rupanya kisah yang diangkat film ini diadaptasi dari salah satu kisah keluarga dari marga tersebut tanpa seijin mereka. Entah apa yang dipermasalahkan dan bagaimana jalan keluar diantara keduanya saya tak menyimak sepenuhnya konflik antar kedua pihak yang ditayangkan infotainment ini. Yang saya tahu kemudian, akhirnya kedua pihak sepakat berdamai dan masalah ini tidak diteruskan.

Terlepas dari apapun yang terjadi, sesungguhnya konflik adalah hal biasa dalam hidup ini. Dimana – mana sepanjang hidup kita akan kita temui permasalahan untuk dicarikan jalan keluar. Konflik adalah bagian dari sisi kehidupan, suka atau tidak, terima atau tidak, ia adalah pelengkap hidup kita.

Memandang sebuah konflik yang ada bisa menimbulkan banyak persepsi. Terkadang kita bisa mengatakannya sebuah masalah, namun pada sisi lain bisa juga ia menjadi pemacu kreatifitas seseorang. Sebagaimana film komedi MSMIA di atas, seorang produser penulis skenario, marketing, dan seluruh tim produksi film pasti menginginkan kesuksesan film produksinya, dan mungkin salah satunya adalah dengan menarik beberapa artis terkenal sebagai pemain dan terutama pemilihan judul agar menarik. Tetapi benarkah pemilihan judul tersebut menjadikannya menarik?

Dalam dunia penerbitan, terutama dalam urusan promosi ada satu strategi jitu yaitu menggunakan judul controversial untuk menarik pembaca, desain sampul yang “eye catching”,dan testimonial dari public figure mengenai buku tersebut.

Namun ternyata seringkali hal tersebut tidak mendongkrak penjualan, karena kesalahan strategi justru seringkali menurunkan minat konsumen terhadap produk yang dijual. Kesamaan tema dan kualitas rendah justru menjadi pemicu kegagalan marketing yang disebabkan jauh lebih kuatnya image yang tersebar dari mulut ke mulut tentang produk. Jadi keunggulan pemasaran tidak hanya sekedar promosi gencar, namun juga harus dibarengi dengan kualitas dan perbedaan menonjol pada produk tersebut.

Namun selain itu, ada beberapa produk yang dari segi kualitas baik tetapi ternyata tidak laku dipasaran. Melihat kenyataan ini ada beberapa factor yang menjadi penyebabnya, yang antara lain adalah pengemasan produk tersebut, brand image yang melekat, dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual. Jadi intinya susah – susah gampang menghasilkan produk unggulan untuk laku dipasaran.

Bicara tentang kualitas dan kaitannya dengan keberhasilan di pasar itulah, mendengar judul film MSMIA, tiba – tiba saya mual sendiri. Apa tidak ada judul lain yang lebih menarik untuk diangkat sebagai tema? Karena mendengar judul yang sudah tayang di bioskop ini, berminatpun tidak, apalagi untuk mengeluarkan uang demi hiburan yang penuh spekulasi. Ah bukankah lebih baik menunggu beberapa bulan ke depan? Nanti juga tayang di televisi.

Saya tidak berkata film ini buruk atau mengomentari isinya, karena saya sendiri belum menontonnya. Maaf, sebagaimana yang sering saya katakan pada siapapun tentang penilaian diri keluar, “Don’t judge a book by it’s cover!”. Tapi kalo ternyata judulnya norak malah bikan gak tertarik n kadang bikin ill fill juga kan??!?!

Viva produk Indonesia!

Salam,

Hary Lasmana

waspada

Images_1   Beberapa hari lalu seluruh bus satu trayek yang biasa saya tumpangi menuju kantor mogok beroperasi. Namun berbeda dengan mogoknya sopir angkutan umum kebanyakan, mogoknya para sopir trayek Tanah Abang – Batu Sari ini diakibatkan ancaman warga pada rute yang mereka lewati. Sekelompok warga mengancam akan merusak setiap bus B91 yang beroperasi melewati pemukiman mereka. Kemarahan itu muncul tentu saja bukan tanpa sebab, salah seorang warga tewas ditabrak saat menyeberang jalan oleh salah satu bus metromini tersebut. Sayangnya sopir yang membawa kendaraan kabur melepas tanggung jawab. Namun untunglah kejadiannya tak berlarut – larut, karena selang dua hari kemudian sopir yang lalai tersebut tertangkap polisi dan kemarahan warga mereda yang membuat para sopir berani beroperasi kembali.

Ironi memang mengetahui kejadian tersebut. Sikap tanggung jawab pelaku tabrak lari itu secara langsung telah merugikan mata pencaharian orang lain (sesama sopir bus B91) yang tidak tahu menahu. Bahkan yang lebih parah lagi saya dan banyak penumpang lain yang berketergantungan perjalanan menuju tempat aktivitas pada keberadaan trayek bus itu jadi terhambat. Banyak yang akhirnya harus mencari rute lain menuju tempat beraktivitas, ada yang dengan sambung menyambung kendaraan umum berbeda, naik ojek, taksi, bahkan ada juga yang berjalan kaki meskipun cukup lumayan jaraknya. Begitulah kalau sudah terbiasa dan ketergantungan dengan sesuatu lalu tiba – tiba kehilangan.

Dari kejadian yang saya alami kemarin, saya jadi berpikir. Seandainya suatu saat trayek bus itu dihapus bukan tak mungkin saya akan merasa kesulitan. Jalan menjadi berputar – putar dengan menumpang beberapa angkutan umum yang sedianya cukup satu kali saja. Selain itu beban ongkos meningkat, ditambah lagi waktu tempuh akan bertambah. Ternyata dampaknya luar biasa juga.

Membayangkan hal tersebut saya merasa mendapat teguran. Dalam hidup ini memang seharusnya kita tidak boleh terlena. Setidaknya harus memiliki berbagai macam persiapan dan tidak hanya satu, harus lebih –entah tiga, empat, lima, dan sebanyak – banyaknya, sehingga bila terjadi sesuatu kita mampu bertindak cepat dan seksama. Entah berkelit, menghindar, memutar, menyerong, menyamping, dan banyak lagi teknik lain untuk maju ke depan dan mencapai tujuan bila di jalan yang lurus terhalang sesuatu. Fight best you can do! Tentu saja selama yang dicita – citakan itu baik dan bermanfaat.

Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Karena itulah sudah sewajarnya kita bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Siapapun yang menginginkan hasil terbaik, sebaiknya mempersiapkan diri untuk itu. Membayangkan kemungkinan terburuk adalah salah satu caranya.

Membayangkannya tidak berarti menginginkan hal itu terjadi, apalagi bersikap waspada tak ada salahnya bukan?

Salam,

Hary Lasmana

air mata

Minggu kemarin saya baru saja mengikuti lomba menulis essay tentang pentingnya kesehatan mata dalam berkarya dan berproduktifitas. Uraian yang saya tulis di dalamnya tentu saja tak jauh – jauh dari tema yang diminta. Dari judulnya aja seharusnya udah kebayang deh, ”Mata sehat, bukan mata yang kuat!”. Woops…

Omong – omong soal kesehatan mata, sejak cari referensi untuk mendukung tulisan lomba itu saya jadi tambah pengetahuan soal kesehatan mata. Ternyata indera penglihatan kita yang cuma sepasang ini sudah didesain super lengkap dari sononya. Ada kornea yang berfungsi sebagai lensa penerima cahaya visual yang dilindungi dengan kelopak mata yang fungsinya mirip wiper mobil untuk ngelap bagian kaca depan mobil secara otomatis –cuma beda fungsinya ia gak cuma bersihin permukaan kornea aja, tetapi juga bikin lembab mata biar gak kering setiap kali berkedip. Selain itu kelopak mata juga dilengkapi dengan bulu mata yang berfungsi untuk mennyaring benda – benda luar terutama air keringat supaya gak masuk ke bagian dalam mata karena berpotensi ngerusak kornea. Dan selain itu, juga ada kantung mata yang bisa ngeluarin air saat kita tertawa atau menguap karena mengantuk.

Nah… bicara soal kantung mata ini yang menarik. Sayangnya nggak banyak referensi yang saya dapat tentang kelenjar yang satu ini. Selain beberapa cuma menerangkan bahwa kantung mata adalah kelenjar penghasil air mata yang berfungsi untuk melembabkan mata yang fungsi utamanya untuk mengatasi kekeringan pada lapisan luar kornea yang dapat merusak kesehatan mata kita. Terus ada penerangan yang antara lain katanya, bahwa air mata bisa keluar oleh dorongan otot di sekitarnya seperti saat menguap dan tertawa. Cukup make sense sih penjelasan itu, tapi bagaimana kalau air mata itu keluar dari sebuah kejadian dramatis semisal sesuatu yang membuat seseorang begitu bahagianya atau begitu sedihnya sampai tanpa sadar mengeluarkan air mata? Nah lo…

Entahlah bagaimana sebenarnya hubungan air mata dengan kompleksitas perasaan manusia, namun satuhal yang jelas saya yakini adalah bahwa semua yang tercipta dalam kehidupan ini pasti gak ada yang sia – sia meski kita tidak tahu apa tujuan diciptakan sebenarnya. Mungkin ada yang tahu? Plz jangan pelit bagi info yah…

Salam,

Hary Lasmana

Niat

Menyadari deadline tiga lomba penulisan yang segera berakhir secara bersamaan, beberapa hari kemarin saya sempat merasa kalang kabut. Pasalnya keinginan untuk mengikuti ketiga lomba itu sebagai acuan kualitas diri dalam berkarya adalah harga mati. Sebagai sebuah target, ia tidak bisa ditawar dan harus dilaksanakan. Dan untunglah meski dalam kesibukan rutinitas, niat yang menggebu - gebu untuk berpartisipasi pada lomba tersebut tak berdampak banyak. Dimana ada niat, disana ada jalan. Da akhirnya muncullah tiga naskah tulisan yang rata - rata berjumlah enam lembar itu dan semuanya terselesaikan. Syukur Alhamdulillah.

Mengingat kejadian itu, betapa bahagianya saya. Bukan hanya atas keberhasilan memenuhi keinginan menyelesaikan naskah dan mengikuti lomba, akan tetapi jauh dibalik itu saya mendapatkan sebuah pengalaman berharga. Pelajaran yang mungkin seumur hidup saya bawa; Bahwa dengan niat kita bisa mencapai keberhasilan meski jalan mencapainya penuh dengan rintangan. Dan pengalaman ini, ia kelak akan menjadi sebuah pembanding sederhana yang dapat menyemangati bila suatu saat hasrat berkarya itu harus bersaing dengan keadaan yang serba terbatas. Entah oleh faktor cuaca dan kondisi alam, tenggat waktu yang mepet, kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai, atau banyak hal lain yang sekiranya tidak mendukung. Selama keinginan itu ada, keberhasilan adalah pasti selama mau berusaha dan pantang mnyerah.

Tak bisa saya pungkiri, satu faktor yang melatar belakangi keberhasilan ini adalah dorongan keinginan yang kuat. Niat yang memunculkan semangat dalam mencari jalan menyusun sebuah karya dan menyelesaikannya. tanpa niat yang kukuh, takkan berhasil semua ini. Niatlah yang membedakan sebuah keberhasilan tercapai sempurna atau biasa saja. Atau bahkan tidak berhasil sama sekali.

Niat adalah dasar. Ia seperti pondasi sebuah bangunan yang tanpanya sebuah gedung akan rapuh dan mudah runtuh. Niat adalah awal dari setiap langkah yang tanpanya kita takkan berhasil pergi mencapai suatu tempat, dan niat adalah api yang membakar semangat, cahaya yang menerangi permukaan jalan untuk dilalui. Tanpa niat, sulit rasanya mencapai tujuan dengan nilai terbaik. Dan jika niat itu hadir, maka sempurnakanlah dengan usaha terbaik.

Jangan terbuai hanya sebatas keinginan. Percuma saja jika kita memiliki keinginan namun tak berusaha mewujudkannya. Dan jika itu yang terjadi maka keinginan itu hanyalah sebatas mimpi, ia tak menjadi apa - apa. Keinginan yang baik adalah keinginan yang bermetamorfosis menjadi niat. Hasrat yang membuat seseorang berpikir untuk mewujudkannya. Dan itulah memang yang seharusnya kita miliki, untuk memiliki keinginan dan berusaha mewujudkannya. Lalu jika kita telah melampaui keduanya, satuhal yang tak kalah penting adalah serahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa. Biarlah Ia yang menentukan hasil akhirnya. Ia Yang Maha Tahu akan memberi yang terbaik bagi hambaNya.

Tak ada yang lebih baik dalam berusaha dengan berdasar pada keinginan yang diisi semangat untuk berhasil, usaha maksimal mencapai tujuan, dan menyerahkan segala hasil padaNya. Kita hanya mahluk lemah dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Yang tak mengetahui apa yang akan terjadi dan seringkali terlena dengan yang telah dilalui. Hiduplah untuk saat ini. Tinggalkan bayang masa lalu bagaimanapun kehadirannya, tatap masa depan tanpa perlu mencemaskannya.

Bang Napi di televisi sering berpesan, "Tindak kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari si pelaku tetapi juga karena ada kesempatan…", percaya atau tidak, hal itu tak berlaku dalam dunia keberhasilan. Niat, usaha, dan berserah diri. Tiga komponen inilah yang menentukan kunci sukses dalam hidup kita. Jika kesempatan itu tak ada, ciptakanlah!.

Salam,

Hary Lasmana