Banyak ibu rumah tangga seringkali mengeluh karena pengeluaran rutin bulanan yang tidak kunjung bertambah namun berlaku sebalinya dengan pemasukan. Hari demi hari inflasi semakin mencekik kebutuhan hidup sehari-hari dan seiring dengan itu berimbas pada hal-hal lain yang juga amat penting. Hal seperti ini jika tidak disikapi dengan baik tentu akan menjadi satu masalah besar yang tidak hanya berimbas pada keharmonisan keluarga namun juga bukan tak mungkin berujung pada perpecahan. Faktor ekonomi tak pelak adalah salah satu penyebab keretakan rumah tangga yang mengakibatkan kerugian besar bagi setiap anggotanya. Nah, sebelum itu terjadi, ada baiknya kita mengelola pengeluaran atau menambah pemasukan keuangan keluarga untuk mencegah keinginan awal membentuk keluarga harmonis hingga akhir hayat itu hancur berantakan hanya karena faktor ketidaksiapan kita mengatasi krisis keuangan keluarga.
Pada kesempatan ini, satu hal yang ingin saya bagi, khususnya yang berkaitan dengan isu pemanasan global adalah bagaimana menyiasati tingginya pengeluaran rutin bulanan atau yang tak tentu akibat peralatan elektrik di rumah kita.
Gunakan Seperlunya
Saat ini, khususnya di kota-kota besar rasanya tak satu rumahpun yang tak tersambung listrik. Hal ini tentunya menandakan listrik adalah suatu kebutuhan primer masyarakat (catatan untuk pemerintah: makanya jangan diprivatisasi ya!) dan karena kebutuhan pokok listrik yang disediakan oleh pemerintah melalui PLN adalah dengan sistem pasca bayar (pakai dulu, bayar kemudian), maka seringkali masyarakat pengguna listrik terlena dan terjebak pola hidup konsumtif dan tak ambil pusing dalam penggunaannya sehari-hari.
Lampu ruangan menyala tanpa ada seorangpun didalamnya, radio dan televisi menyala namun tak seorangpun yang mendengar/menyaksikan, kipas angin, AC, jet pump air tanah, dan peralatan rumah tangga lain yang telah menjadi bagian hidup kita menyala sia-sia seringkali menjadi sumber penyebab tingginya tagihan rekening listrik bulanan. Semua itu akibat kebiasaan pola hidup kita yang tak peduli atau tidak bertanggung jawabnya. Dan dengan kebiasaan itu, imbasnya tentu saja pada penggunanya. Akibat utamanya tentu saja selain membuat besarnya tagihan rekening listrik, selain itu juga mengakibatkan berkurangnya masa pakai benda-benda elektronik tersebut. Misalnya jika sebuah lampu dalam pemakaian normal dapat digunakan dalam 2 tahun, namun karena tidak pernah dimatikan setiap hari maka masa pakainya jadi berkurang separuhnya. Jadilah setiap tahun kita secara rutin membeli lampu yang sama untuk menggantikannya. Merugikan bukan?
Selain tingginya tagihan rekening dan berkurangnya masa pakai benda elektrik, satuhal yang seringkali tak disadari dengan perilaku semacam itu adalah bahaya korsleting yang dapat mengakibatkan kebakaran rumah. Akibat kebiasaan buruk ini kerugian besar terjadi dan seringkali merenggut korban didalamnya. Jadi masihkah kita mau cuek bebek dan tidak mengantispasinya sejak dini dengan resiko sebesar itu?
Selektif Membeli
Jika dalam keseharian kita dapat menghemat listrik dalam penggunaan, ada satu cara lagi untuk menghemat listrik yaitu sebelum membeli peralatan tersebut. Sebelum membeli peralatan elektrik, cobalah cari informasi secukupnya tentang produk yang diminati. Usahakan memilih yang hemat energi dan jangan membeli peralatan elektrik hanya berdasar pada harganya yang murah apalagi karena bentuknya yang bagus. Dengan cara selektif ini maka rencana pengeluaran rutin bulanan kitapun dapat terbantu. Dan selain dengan cara itu, usahakan membeli perlatan elektrik yang multi fungsi.
Dengan membeli peralatan elektrik multi fungsi, maka Anda dapat meghemat pengeluaran untuk beberapa perlengkapan. Selain menghemat dana, peralatan semacam itu tidak membutuhkan tempat seluas perlatan elektrik lain secara terpisah sehingga Anda dengan mudah mengatur posisi dan keserasian ruangan.
Rawat Peralatan Elektronik
Selain menggunakan peralatan listrik seperlunya dan menyeleksi peralatan tersebut sebelum dibeli, satu cara lain untuk menghemat listrik adalah merawat perlatan tersebut. Sebagai contoh misalnya jika Anda menggunakan kipas angin di rumah, coba perhatikanlah apakah telah banyak debu menempel di baling-balingnya? Jika ya, coba bersihkanlah agar kipas tersebut memutar sempurna dan jangan lupa beri sedikit pelumas dibatang besi (dinamo) yang menggerakkan baling-baling itu untuk memperlancar gerak putarnya. Dengan melakukan perawatan demikian, selain memaksimalkan fungsinya, setidaknya akan berimbas pada tarikan listrik yang tentu semakin baik (teratur) dan entah besar maupun kecil tentu akan berefek pada tagihan listrik bulanan disamping tentunya berimbas pada kesehatan keluarga akan lebih terjaga karena debu kotoran yang menumpuk di kipas angin telah dibersihkan.
Coba Anda lakukanlah hal yang sama pada peralatan elektrik lainnya dan selain itu periksalah bagian-bagian tertentu lainnya untuk dibersihkan. Secara rutin periksalah kabel-kabel yang dicolok ke saklar apakah masih sempurna atau telah terkelupas karena digigit serangga atau hewan pengerat? Jika ya cepatlah ganti atau tutup dengan isolasi. Dan selain itu pastikan setiap stop kontak terhubung sempurna dan bukan asal menempel. Hal ini bertujuan untuk memperlancar arus listrik dan mengurangi panas yang timbul akibat konduktor (colokan listrik) yang tidak terhubung dengan pas.
Hemat listrik, selektif dalam peralatan elektronik, dan perawatan untuk memaksimalkan fungsinya bukanlah hal sulit. Jika Anda peduli pada diri Anda sendiri, keluarga, dan bumi kita tercinta, lakukanlah mulai dari sekarang secara teratur dan terus-menerus. Serta usahakan untuk mengajak lingkungan sekitar dimanapun Anda berada. Toh manfaatnya untuk semua bukan?
Act Local, Think Global!



0 comments ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..
Leave a Comment