Hebat! itu yang selalu yang ada dalam pikiran saya setiap kali menyaksikan kampanye dan janji calon anggota legislatif, politikus, calon presiden, atau para orator yang mulai bersaing sengit menjelang pemilu di negeri ini. Tapi… (ada tapinya loh), apa mungkin? apa benar? apa sesuai antara janji saat mereka kampanye dengan realisasi kelak saat terpilih? Kita lihat saja nanti.
Bicara tentang janji kampanye para calon dan kemungkinan terlaksananya bila mereka terpilih kelak, ada satu hal yang saya sasar dan perhatikan penuh sebagai salah satu kriteria memilih pada PEMILU 2009 yaitu isu KORUPSI. Mengapa hal ini menjadi salah satu hal utama, ya tentu saja sebagaimana kita tahu bahwasannya perilaku buruk yang merugikan banyak orang ini tanpa sadar telah berbudaya pada sebagian kalangan dan elit kekuasaan tingkat atas. Dan mau tak mau karena dampak kerugiannya pada masyarakat umum dan citra bangsa di mata dunia, hal ini tak dapat diabaikan. Oleh karenanya amat perlu memilih seorang pemimpin dan wakil rakyat yang tidak sekedar memiliki visi dan misi yang mengagumkan di atas kertas namun juga harus memiliki kredibilitas baik, tegas, dan merakyat. Bersih dan bertanggung jawab. Dengan demikian kepercayaan masyarakat internasional akan meningkat yang berdampak pada kepercayaan investor asing untuk menanamkan modalnya di sektor industri industri yang tengah kekurangan gairah dari pemodal asing.
Kini menanti waktu kampanye PEMILU 2009 tiba, rasanya adalah saat renungan terbaik bagi kita. Waktu untuk merefleksi segala kemungkinan, berharap, dan berdo’a akan kesuksesan pemilihan pemimpin dan wakil rakyat kelak. Semoga pemimpin dan jajaran wakil rakyat terpilih adalah orang-orang terbaik tidak hanya dari segi fisik dan ke-ilmu-an, tetapi juga dalam mental dan rasa tanggung jawab pada masyarakatnya dan negara. Saya percaya, seperti kumpulan kerang tersebar di tengah laut, diantara begitu banyak pilihan pasti ada salah satu kerang tersebut menyimpan mutiara di dalamnya. Dan harapan ini semoga juga dimiliki saudara-saudara saya yang tersebar di pelosok Nusantara.
Salam,
Hary Lasmana



2 comments ↓
“telah berbudaya pada sebagian kalangan dan elit kekuasaan tingkat atas”…klo menurut saya seluruh level sudah terjangkit masalah ini, hanya banyak sekali kalangan level bawah melakukan pembenaran “yah abis gimana dari atasnya disuruh kayak gtu…”.
Kalau menurut pengamatan saya, rasanya tidak semua level pemerintahan terkena virus tidak punya harga diri ini. Saya percaya masih banyak orang kukuh dan berusaha bersih dari sistem korup yang melanda beberapa dekade di negeri kita. Sebagai bukti, lihatlah beberapa tahun lalu kala polemik failitas kendaraan dinas di DPR-MPR masih ada wakil rakyat yang mau mengembalikan kendaraan dinas yang mereka rasa tidak perlu dan timpang dengan kondisi masyarakat yang tengah sulit.
Kalau pada level bawahan, yang seringkali dalam kondisi terjepit dan tak mampu berbuat apa-apa… setidaknya harapan saya sih tidak turut begitu saja apalagi meneruskan budaya seperti ini. Menyikapinya, yang terbaik adalah mendo’akan siapapun yang salah akan menyadari kesalahan dan bergerak hatinya untuk memperbaiki seraya berharap semoga mereka yang tengah bertahan di jalan yang benar, semoga diberi kekuatan dan mampu menularkan semangat yang sama pada lingkungannya.
Mari kita saling mengingatkan dan berusaha untuk terus menjadi lebih baik. Terima kasih telah membaca dan berbagi pendapat di sini.
Salam,
Hary Lasmana
Leave a Comment