Dimanakah Posisimu Saat Ini?

Kita tahu bahwa membangun negeri ini adalah tugas bagi setiap warga negaranya. Ini adalah satu kewajiban yang sepatutnya tak perlu lagi dipertanyakan. Siapapun ia, apapun pekerjaan dan jabatannya, status sosial masyarakat, hingga jenis kelaminnya apa, memiliki kewajiban sama untuk membangun bangsa dan negeri ini menjadi satu bangsa besar diantara bagian masyarakat dunia lainnya. Sebuah bangsa yang mampu menunjukkan dadanya seraya lantang berkata, “Aku bangsa Indonesia!”.

Bicara tentang membangun bangsa dan negeri ini -sebagai sebuah bangsa besar yang sedang berusaha maju sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, menurut saya setidaknya ada tiga bagian yang perlu kita cermati dalam prosesnya yaitu,

  1. Apa sebenarnya yang akan kita bangun;
  2. Siapa saja pihak yang perlu terlibat dalam proses pembangunan;
  3. Bagaimana cara membangun yang tepat agar dapat berhasil seperti yang dicita-citakan?

Ketiga hal dasar tersebut amat perlu diketahui sebelum kita melangkah lebih jauh agar segala usaha membangun negeri tercinta ini tidak lagi berulang pada kegagalan dan keterpurukan. Dan mengingat akan hal itu, sepatutnyalah kita mencari peluang untuk menjadi lebih baik, mengoreksi segala kelemahan, dan mempertahankan segala hal positif. Agar cita-cita tidak sebatas mimpi, tetapi menjadi bukti. Untuk itu kita perlu menelusuri apa, siapa, dan bagaimana, cara membangun yang tepat demi kejayaan nusantara tercinta.

Sebagai langkah awal, sebagai seorang pribadi yang merdeka sudah sepantasnya jika kita bertanya pada diri kita sendiri akan arah langkah kita? Apakah tujuan hidup kita? Apakah sebenarnya yang ingin kita capai, sesuatu yang dituju, cita-cita yang ingin diraih, atau hal yang ingin diperoleh dalam hidup ini? Apakah kini langkah hidup tengah menuntun kita berjalan menuju ke cita-cita hidup sesungguhnya, atau jangan-jangan malah sebaliknya? Kita hanya sekedar menjalaninya saja tanpa tahu arah tujuan.

Pertanyaan ini amat penting. Refleksi semacam ini dapat menjadi sebuah dasar yang mampu memantapkan diri kita sebelum bergerak lebih lanjut. Menyusun rencana, menyiapkan segala keperluan, berusaha dengan keras, dan mengikhlaskan diri akan segala hasil pada-Nya. Karena sebagaimana telah kita ketahui bahwa cita-cita dan segala usaha yang dilakukan tanpa rencana kemungkinan besar akan menjadi sia-sia. Jikapun ia dapat berjalan, kelak dapat terjadi penyimpangan atau terhalang hambatan besar yang sedianya menghadang di tengah perjalanan. Karena itu amat penting untuk merenungkan kemampuan dan kesanggupan diri sendiri dalam usaha mengapai sebuah tujuan besar. Dengan harapan, dengan melakukan refleksi semacam ini, ibarat membangun sebuah rumah, kita seperti sedang membuat sebuah rancangan dan pondasi kokoh yang kelak akan mewujudkan cita-cita luhur tersebut.

Setelah merefleksi diri dengan sebaik mungkin, usai mengumpulkan seluruh bahan dan informasi, maka kini tibalah saatnya menjalani tahap demi tahap pembangunan sesuai dengan yang telah direncanakan. Setiap tahapan, sedikit demi sedikit, baik perlahan maupun cepat, pembangunan yang terencana dilaksanakan untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah dinantikan sejak awal. Dan tahap ini –pembangunan, adalah jaman dimana kita berada sekarang ini. Keadaaan yang terus bergerak dinamis dan penuh dinamika. Dan dalam kondisi saat ini, jika boleh saya bertanya, pada tahap pembangunan seperti ini, dimanakah posisi kita berada? Apa yang telah kita lakukan di dalamnya?

Sebagaimana telah kita saksikan saat ini, setelah proklamasi kemerdekan berkumandang lebih dari 63tahun, setelah para pendiri negara ini merumuskan banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi satu negara nusantara yang utuh, kita menyadari bahwa ternyata negeri ini masih belum merdeka sepenuhnya. Kita masih banyak bergantung pada Negara lain dan belum mampu berdiri di atas kaki sendiri. Keadaan timpang akibat pembangunan merata menjadikan ketidak adilan social di berbagai daerah. Entah itu lapangan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah tenaga yang membutuhkan, pendidikan dasar yang belum merata, mahalnya harga kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan kurang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat, dan berbagai problematika lain yang tanpa henti terus menimpa bangsa ini. Melihat kenyataan itu, pernahkah kita bertanya pada diri kita, “Dimanakah posisi saya sebagai seorang warga negara? Apakah kontribusi yang telah kita beri pada negeri ini untuk menjadi lebih baik? Sejauh mana saya mampu melakukan sesuatu bagi kemajuan bangsa ini?” pertanyaan itu, hanya diri kita sendiri yang mampu menjawabannya.

Melihat kenyataan yang ada saat ini dan mencoba merefleksi ke dalam diri, setiap insan, siapapun kita pasti memiliki perbedaan. Ada kelebihan dan ada kekurangan. Dan karenanya, mengaitkannya dengan kontribusi pribadi dalam tujuan membangun bangsa tercinta, hal yang terbaik untuk memulai adalah dengan bertanya pada diri sendiri, “Apa yang mampu dan telah diri kita lakukan untuk membangun diri sendiri, pada lingkungan, pada bangsa dan negeri yang menunggu putra-putrinya bangkit dan mengharumkan namanya di seluruh penjuru dunia?”

Segala potensi yang kita miliki adalah bekal untuk memajukan bangsa ini, mewujudkan sebuah negeri yang adil dan makmur dan tidak berketergantungan pada bangsa lain. Dan hanya dalam kebersamaan saya percaya kita mampu mewujudkan cita-cita luhur ini yang memang bukan sekedar mimpi belaka.

Salam,

Hary Lasmana



0 comments ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below..

Leave a Comment