Rumus 3M, Solusi Jitu Untuk Perbaikan Jangka Panjang

Banyak orang skeptis terhadap keadaan negeri ini. Ada yang pasrah dengan keadaan, ada yang mengeluh namun menjalani setengah hati, ada juga berteriak lantang, namun nyatanya perubahan tidak juga terjadi. Salah siapa ya?

Kalau ingat hal ini, saya cuma berpikir, “Mungkin memang sudah takdir yang kuasa negeri kita penuh dengan orang pintar tetapi keblinger”. Profesor banyak, tetapi tidak menghasilkan perbaikan. Yang ada malah kehancuran dan penjajahan dalam bentuk lain. Namun syukurnya, kita masih banyak memiliki orang baik dan peduli. Buktinya toh, dari sekian banyak bencana yang menimpa negeri ini, relawan, bantuan, dan sumbangan tanpa henti mengalir dari masyarakat. Menarik bukan.

Ingat hal itu, saya jadi ingat pada bagian lain lagi. Seorang teman yang terus mengajukan pertanyaan sebagai alternatif jawaban, mencari jalan keluar untuk perbaikan negeri yang masyarakatnya nyaris putus asa terhadap para pemimpin yang terus saja berbohong dan tuli terhadap suara dan jeritan rakyatnya. Hingga pada terakhir kali kami bertemu, dapatlah jalan keluar itu. Solusinya berupa sebuah tindakan yang mungkin dapat jadi jalan keluar jika saja setiap orang dengan rela dan ikhlas melakukannya. cukup 3M.

1.   Mulai dari diri sendiri,

2.   Mulai dari hal kecil,

3.   Mulai dari skarang!

Mudah, murah, menarik… dan tanpa basa-basi.

Sahabat, jika kita berharap pada manusia, kelak, baik besar ataupun kecil yang ada hanyalah kekecewaan. Dan daripada mengeluh atau menerima namun tak suka, apalagi harus berteriak lantang tapi tak kunjung menghasilkan, mari kita berupaya bersama melakukan segala perubahan di mulai dari mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang.

Jika kita tidak menyukai sampah berserakan, mengapa tidak bersihkan? atau setidaknya minimal kita tidak menambah kotor dengan sampah yang kita buang sembarangan; jika kita tidak suka kendaraan bermotor di jalan saling serobot dan tidak tertib, bagaimana kalau mulai kini kita tidak ikut-ikutan seperti itu? Jika ada kawan yang melakukan korupsi, manipulasi, atau kegiatan merugikan lainnya, mampukah kita tidak hanya sekedar berdiam diri? tegurlah dengan sebaik mungkin. Tanpa menyakiti apalagi menggurui.

Saya percaya setiap manusia memiliki hati nurani. Dan setiap hati manusia cenderung pada kesalahan, oleh karena itu kita yang mengetahui kebenaran atau tengah dalam kondisi sadar dapat saling menjaga dan mengingatkan. Betapa indah keadaan yang demikian.

Berada dalam kondisi yang kelam bukan berarti kita juga harus terjerumus dan menjadi bagiannya. Bahkan sebaliknya, kita yang harus mampu membalikkan keadaan menjadi lebih baik, pun jika tidak, yang terbaik adalah tidak terseret arus karena takut merasa berbeda. Layaknya mutiara putih yang berada di dalam lumpur, mutiara yang kotor tetaplah sebuah mutiara bernilai saat ia dibersihkan kemudian dipindah tempatkan.

Semoga dengan cara demikian perubahan nyata ke arah yang lebih baik dapat kita hasilkan. Karena tindakan nyata jauh lebih baik daripada sekedar berdiam diri dan berharap.

Salam,

Hary Lasmana



2 comments ↓

#1   The Dexter on 01.22.09 at 12:20 am

sangat inspiratif bro… Salut…aku coba deh.

#2   pirez on 01.22.09 at 2:04 am

setelah mencoba jangan lupa bagi pengalaman di sini ya ^_^

Thanks

Leave a Comment