Atas nama cinta seorang lelaki meninggalkan anak istrinya
Menantang samudera
Membelah ombak
Mencicipi asin dan manis perjalanan terpilih
Untuk mereka yang dicintainya
Atas nama cinta seorang lelaki bertengkar dengan diri kembarnya
Menjajal nyala bulan di malam kelam
Meneriaki terik matahari
Ia bertarung dengan mimpi
Atas nama cinta seorang lelaki berdiri
Kembali pulang menemui anak dan isteri
Dengan karung bekal kehidupan bagi buah hati
Juga sisa mimpi yang ia hancurkan
Atas nama cinta, seorang lelaki memilih menjadi pria sejati
Atas alasan dan tujuan yang sama
Dan dengan cinta yang sama ia kembali menghadap-Nya
26 Februari 2009
*
in memoriam Kakek, Ayah –dari Bapakku; Tuhan tolong beri ia tempat yang layak di sisi-Mu, maafkan segala dosa dan kesalahan serta terimalah segala amal baik selama hidupnya. Amin.



2 comments ↓
wah suatu pujian yang teramat pantas!!!!
semoga kita bisa seperti mereka
[...] ditulis di: HLasmana’s Sonnet XVII [...]
Leave a Comment